Jumat, 23 Agustus 2013

Asal Mula Doraemon



Sebagian besar dari kita pasti tidak asing dengan serial kartun Doraemon. Serial kartun yang diputar setiap hari Minggu atau kadang-kadang pada saat hari libur ini memang sangat digemari oleh orang dewasa maupun anak-anak. Sayangnya beberapa diantara kita ada yang belum tahu bagaimana cerita awal Doraemon sehingga bisa bertemu dengan Nobita? Inilah cerita awal bagaimana Doraemon bisa bertemu dengan Nobita...


Di episode pertama ini dikisahkan bahwa Doraemon adalah sebuah robot yang datang dari abad ke 21 menggunakan mesin waktu bersama dengan Sewashi. Sewashi adalah cucu dari keturunan keluarga Nobi. Diceritakan bahwa Sewashi dan keluarganya menanggung banyak hutang karena perbuatan Nobita sehingga dia mengirim Doraemon untuk membantu Nobita semasa masih anak-anak.






Di episode biasanya dikisahkan bahwa Nobita merupakan anak yang selalu tidak beruntung ,Selalu di marahi pak guru , di ejek teman teman nya .. , Mungkin sebagian besar orang belum menyangka kalau dulunya Doraemon itu berwarna kuning, dan siapa sangka pula Doraemon yang baik hati dan suka menolong itu ternyata dulunya adalah robot gagal sama seperti Nobita Doraemon juga memiliki nasib yang kurang baik di abad-21 ,




















Suatu ketika, ada salah satu robot yang mengalami kesalahan teknis yang menyebabkan salah satu bautnya terlepas. Robot itu terjatuh dari tempat produksi dan nyaris masuk dalam tempat peleburan sampah.












Namun untungnya dia ditolong oleh robot kucing penari bernama Doramiyako. Robot gagal tersebut memperkenalkan namanya yaitu “Doraemon ”. Tampaknya disini Doraemon jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Doramiyako.












Setelah berbincang-bincang sebentar, Doramiyako pamit kepada Doraemon dan pada saat itu pula Doraemon ingat bahwa ia harus mengikuti training atau pelatihan robot. Di dalam pelatihan itu, Doraemon adalah robot yang paling lemah,aneh, dan kurang terampil diantara rekan-rekan sejenisnya.












Akhirnya Doraemon pun dipanggil oleh kepala sekolah dan memindahkannya ke akademi robot karena dinilai kualitasnya tidak sebagus robot sejenis sepertinya.








Tak disangka-sangka di sekolah barunya ternyata dia sekelas dengan robot kucing yang telah menyelamatkannya dari peleburan sampah, Doramiyako. Disekolah itu, Doraemon sempat di bully oleh teman sekelasnya, Jaides dan Sunekuchi




Sekilas kelakuan dan bentuk Jaides seperti Giant dan Sunekuchi seperti Suneo. Dan Doramiyako lah yang meolong Doraemon dari kejahilan dua temannya itu.




Dan tibalah waktunya audisi robot yang diikuti oleh lulusan dari sekoloh robot termasuk Doraemon. Audisi ini untuk memilih robot sesuai dengan keahliannya untuk bekerja di masyarakat membantu manusia. Satu persatu robot menunjukkan kebolehan dan kemampuan yang dimilikinya dan terpilih untuk membantu dan menjadi bagian di masyarkat masyarakat. Ketiga rekannya Jaides, Sunekuchi dan Doramiyako sudah terpilih, hingga tiba giliran terakhir, yaitu Doraemon untuk bakatnya aksinya.




Disini Doraemon menunjukkan keahliannya sebagai robot pengasuh, namun saat beraksi, Doraemon justru membuat banyak kekonyolan seperti bermain-main gendang untuk bayi namun ternyata itu adalah gendang pemanggil petir, bisa kebayang dong kalau dia ngasuh anak sambil memainkan tuh gendang.








Hingga waktu yang ditentukan untuk unjuk gigi itu habis, bel tanda bahwa Doraemon terpilih pun belum juga berbunyi, suasana pun mendadak hening dan Doraemon pun sudah putus asa gak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Dan beberapa saat kemudia, teng.. teng… bel pun berbunyi dan Doraemon pun dipilih secara langsung oleh bayi yang bernama Sewashi.












Doraemon pun diterima menjadi pengasuh Sewashi. Sewashi pun kian beranjak besar, suatu hari Sewasihi ingin membuat patung Doraemon. Merasa telinga si patung agak aneh, dia mengeluarkan tikus editor untuk memperbaiki telinga patungnya agar mirip dengan telinga Doraemon.












Diluar dugaan si Tikus malah berlari menuju Doraemon, yang sedang enak-enaknya tidur bukannya patung itu dan kemudian menggerogoti telinganya, sontak Doraemon pun teriak histeris. Doraemon pun dilarikan di Rumah Sakit Robot.












Saat akan menjalani proses perbaikan, ada lalat yang menempel di hidung Doraemon dan membuatnya bersin. Dokter yang mengutak-atik komputer pun kaget dan tanpa sengaja ia terbentur di komputer yang akan digunakan untuk penyembuhan telinga Doraemon, akhirnya macam-macam alat pun keluar dari komputer dan mengarah ke Doraemon.












Di satu sisi, Doramiyako datang untuk menjenguk Doraemon, alangkah kagetnya dia melihat kepala Doraemon kini menjadi tanpa telinga seperti yang kita lihat saat ini, Doramiyako kemudian ngakak sejadi-jadinya.












Doraemon pun galau dengan penampilan barunya yang ‘tanpa telinga’. Untuk menyemangati dirinya, ia mengeluarkan cairan penyemangat dari kontong ajaibnya dan meminum habis cairan tersebut. Naasnya itu bukan cairan penyemangat, melainkan adalah cairan kesedihan. Akibatnya dia mengalamai kesedihan yang sangat hebat yang menyebabkan cat di tubuhnya terkelupas, serta suaranya menjadi serak.












Dorami, robot yang diciptakan sebagai robot pengasuh tambahan sekaligus menjadi adik Doraemon. Mendapati kakaknya di tepi pantai ia pun menghampirinya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan memberitahu bahwa Sewashi sedang mencari-cari Doraemon.












Kembali Doraemon mengeluarkan cairan penyemangat dari kantong ajaibnya, namun lagi-lagi, celakanya itu bukan cairan penyemangat melainkan cairan Denko Sekka, suatu cairan yang yang dapat menyebabkan siapa saja yang meminumnya akan terus berlari tanpa bisa berhenti. Walhasil, Doraemon pun berlari sangat kencang sambil panik meninggalkan Dorami.












Di lain tempat, Sewashi juga galau dan melamun sendirian ditepi sungai. Pada saat yang sama ada adegan kejar kejaran pesawat antara polisi waktu dan buronan. Sang buronan menangkap sandera dan mengancam bahwa sewashi akan celaka kalau polisi masih mengikuti mereka. Tiba-tiba dari kejauhan tampak sesuatu yang bergerak sangat cepat di air, dan ternyata itu adalah Doraemon yang belum lepas dari pengaruh cairan yang membuatnya terus berlari. Kemudian Doraemon berlari ke arah pesawat buronan dan kepalanya menancap di mesin bagian belakang pesawat yang kemudian menyebabkan pesawat tersebut jatuh karena mesinnya tersumbat oleh kepala Doraemon. Buronan berhasil ditangkap dan Doraemon kembali bertemu dengan Sewashi. Berasam dengan Dorami, Doramiyako datang meminta maaf kepada Doraemon karena telah mentertawakannya.












Natal pun tiba, Doraemon, Sewashi, Darami dan teman-teman Doraemon pun datang untuk merayakan Natal. Tiba-tiba sebuah benda jatuh dari langit dan mengenai kepala Doraemon. Benda itu ternyata adalah robot yang mirip dengan Doraemon, namun lebih kecil dan berwarna merah. Tidak lama kemudian, puluhan robot serupa namun dengan warna yang berbeda-beda jatuh dari langit dan menimpa mereka semua. Kemudian dengan baju Santa Claus kepala sekolah datang dan menjelaskan bahwa robot-robot ini adalah robot yang sengaja dibuat untuk memperingati atau sebagai wujud penghargaan kepada Doraemon yang telah membantu polisi waktu untuk menangkap penjahat. Robot-robot ini diberinama Minidora.








Setelah itu Doraemon dikirim ke masa lalu sebagai hadiah natal untuk memperbaiki nasib kakek buyutnya yag buruk, Nobita.


Nah dari penggalan cerita tadi, kita dapat ambil kesimpulan bahwa kita tidak boleh menyerah dan terus berusaha meskipun kita memiliki banyak kekurangan. Siapa tahu dengan kekurangan yang kita miliki justu adalah kelebihan kita yang dapat berguna dan membantu sesa.ma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar